Tugas Mandiri 07
Desta Adhitya
AE15
41324010012
Mesin: Jantung dari inovasi.
Laporan Observasi Proses Produksi dan Analisis Kelebihan serta Kekurangannya
Studi Kasus: UMKM Keripik Singkong "Rasa Lokal"
1. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
Industri makanan ringan skala UMKM merupakan salah satu sektor yang memiliki peran penting dalam perekonomian lokal. Salah satu produk yang banyak dikembangkan adalah keripik singkong, karena bahan bakunya mudah diperoleh, proses produksinya relatif sederhana, dan memiliki pasar yang luas.
Laporan ini disusun berdasarkan hasil observasi dan wawancara langsung terhadap UMKM Keripik Singkong "Rasa Lokal", sebuah usaha rumahan yang memproduksi keripik singkong berbagai varian rasa. Observasi dilakukan untuk memahami proses produksi secara nyata serta menganalisis kelebihan dan kekurangannya berdasarkan prinsip manajemen produksi.
1.2 Tujuan Observasi
Tujuan dari observasi ini adalah:
Mengidentifikasi dan mendeskripsikan proses produksi yang berlangsung pada UMKM keripik singkong.
Menganalisis kelebihan dan kekurangan proses produksi dari sisi efisiensi, kualitas, dan pengelolaan sumber daya.
Memberikan rekomendasi perbaikan yang realistis dan aplikatif.
2. Metode Observasi
Observasi dilakukan melalui:
Kunjungan langsung ke lokasi produksi UMKM Keripik Singkong "Rasa Lokal".
Wawancara singkat dengan pemilik usaha mengenai alur produksi dan pengendalian mutu.
Dokumentasi berupa catatan proses dan sketsa alur kerja.
3. Deskripsi Umum Usaha Produksi
Jenis Produk: Keripik singkong aneka rasa (original, balado, keju)
Skala Usaha: Usaha rumahan (UMKM)
Jumlah Tenaga Kerja: 4 orang
Kapasitas Produksi: ± 20–25 kg singkong/hari
Sistem Produksi: Make to stock
4. Proses Produksi Keripik Singkong
4.1 Tahapan Proses Produksi
Penerimaan dan sortasi singkong
Pengupasan dan pencucian
Pengirisan singkong (manual menggunakan alat potong sederhana)
Penggorengan
Penirisan minyak
Pemberian bumbu
Pendinginan
Pengemasan
4.2 Alur Kerja dan Layout Fasilitas
Layout fasilitas bersifat sederhana dan menyatu dengan dapur rumah produksi:
Area Bahan Baku → Area Pengupasan & Iris → Area Penggorengan → Area Bumbu → Area Pengemasan
Alur kerja masih satu arah, namun jarak antar area relatif dekat dan belum tertata optimal.
4.3 Penggunaan Sumber Daya
Tenaga Kerja: Pembagian tugas belum spesifik, pekerja melakukan beberapa proses sekaligus.
Bahan Baku: Singkong segar dari pemasok lokal.
Peralatan: Pisau manual, wajan besar, kompor gas, spinner minyak sederhana, timbangan manual.
4.4 Sistem Pengendalian Mutu
Pengendalian mutu dilakukan secara visual dan pengalaman pekerja, meliputi:
Pemeriksaan warna dan kerenyahan keripik
Pengecekan rasa sebelum pengemasan
Produk cacat (gosong atau terlalu berminyak) dipisahkan
Namun, belum terdapat standar tertulis atau dokumentasi kualitas.
5. Analisis Kelebihan dan Kekurangan Proses Produksi
5.1 Kelebihan Proses Produksi
Fleksibilitas Tinggi
Proses produksi mudah menyesuaikan jumlah pesanan dan varian rasa.Biaya Produksi Relatif Rendah
Penggunaan peralatan sederhana menekan biaya investasi awal.Bahan Baku Mudah Didapat
Singkong tersedia melimpah di sekitar lokasi usaha.Hubungan Kerja Kekeluargaan
Komunikasi antar pekerja berjalan baik sehingga koordinasi informal cukup efektif.
5.2 Kekurangan Proses Produksi
Efisiensi Waktu Rendah
Pengirisan manual memerlukan waktu lama dan tenaga besar.Kualitas Produk Kurang Konsisten
Ketebalan irisan dan suhu penggorengan tidak selalu seragam.Pengelolaan Limbah Belum Optimal
Limbah kulit singkong belum dimanfaatkan secara maksimal.Minim Dokumentasi Produksi
Tidak terdapat pencatatan jumlah produksi, cacat, dan waktu proses.Penggunaan Teknologi Terbatas
Hampir seluruh proses masih manual.
6. Rekomendasi Perbaikan Proses Produksi
6.1 Penerapan Prinsip Lean dan Kaizen
Mengurangi pemborosan waktu pada proses pengirisan dengan alat potong semi-mekanis.
Evaluasi rutin mingguan untuk perbaikan berkelanjutan (Kaizen).
6.2 Perbaikan Layout Kerja
Pemisahan area basah (pencucian) dan area kering (pengemasan).
Penataan ulang meja kerja untuk mengurangi perpindahan tidak perlu.
6.3 Penguatan Pengendalian Mutu
Menyusun SOP sederhana terkait ketebalan irisan dan waktu penggorengan.
Pembuatan checklist inspeksi mutu harian.
6.4 Digitalisasi dan Pelatihan SDM
Pencatatan produksi harian menggunakan spreadsheet sederhana.
Pelatihan singkat tentang standar kualitas dan kebersihan pangan.
Rekomendasi ini bersifat realistis dan dapat diterapkan bertahap sesuai kemampuan UMKM.
7. Kesimpulan
Berdasarkan hasil observasi, UMKM Keripik Singkong "Rasa Lokal" telah menjalankan proses produksi yang sederhana dan fleksibel, namun masih memiliki beberapa kelemahan dari sisi efisiensi, konsistensi kualitas, dan sistem dokumentasi.
Dengan menerapkan prinsip manajemen produksi seperti lean manufacturing, perbaikan layout, serta penguatan kontrol mutu, usaha ini berpotensi meningkatkan produktivitas dan daya saing secara berkelanjutan.
Daftar Pustaka
Heizer, J., Render, B., & Munson, C. (2020). Operations management. Pearson.
Stevenson, W. J. (2021). Operations management (14th ed.). McGraw-Hill Education.
Womack, J. P., & Jones, D. T. (2003). Lean thinking. Free Press.
Pyzdek, T., & Keller, P. (2018). The Six Sigma handbook. McGraw-Hill.
Komentar
Posting Komentar