Tugas Terstruktur 02

     Desta Adhitya 

AE15

41324010012

Mesin: Jantung dari inovasi. 

Analisis Studi Kasus Kegagalan dan Keberhasilan Wirausaha dari Perspektif Motivasi dan Etika

Pendahuluan

Dalam dunia kewirausahaan, keberhasilan dan kegagalan merupakan dua realitas yang tidak dapat dipisahkan. Setiap wirausaha akan berhadapan dengan tantangan, ketidakpastian, serta risiko yang menuntut lebih dari sekadar kemampuan teknis dalam menjalankan usaha. Faktor non-teknis seperti mindset, motivasi, dan etika bisnis justru sering menjadi penentu utama apakah suatu usaha mampu bertahan dan berkembang atau justru berhenti di tengah jalan.

Motivasi menjadi penggerak awal seorang individu untuk terjun ke dunia usaha, baik yang bersumber dari dorongan internal seperti passion, visi hidup, dan keinginan berprestasi, maupun motivasi eksternal seperti tekanan ekonomi, peluang pasar, dan tuntutan lingkungan. Di sisi lain, etika dan tanggung jawab sosial berperan penting dalam membangun kepercayaan, reputasi, serta keberlanjutan usaha dalam jangka panjang.

Tugas ini bertujuan untuk menganalisis dua studi kasus wirausaha di Indonesia, yaitu satu kasus keberhasilan dan satu kasus kegagalan, dengan meninjau peran motivasi, etika, dan mindset dalam menentukan hasil usaha. Melalui analisis ini, diharapkan dapat diperoleh pelajaran berharga bagi calon wirausaha dalam membangun usaha yang tidak hanya sukses secara ekonomi, tetapi juga beretika dan berkelanjutan.

Studi Kasus Keberhasilan: Dato’ Sri Tahir (Mayapada Group)

Dato’ Sri Tahir merupakan salah satu tokoh wirausaha sukses di Indonesia yang dikenal sebagai pendiri Mayapada Group. Perusahaan ini berkembang menjadi konglomerasi yang bergerak di berbagai sektor strategis, seperti perbankan, properti, media, dan layanan kesehatan. Latar belakang Tahir yang berasal dari keluarga sederhana membentuk karakter pantang menyerah dan orientasi jangka panjang dalam menjalankan bisnis.

Motivasi Wirausaha

Motivasi internal Tahir sangat kuat, terutama keinginan untuk memperbaiki kondisi ekonomi keluarga serta membuktikan kemampuan diri melalui kerja keras. Visi pribadi untuk membangun bisnis yang berkelanjutan menjadi pendorong utama dalam setiap keputusan strategis yang diambil. Dari sisi eksternal, kondisi ekonomi Indonesia yang sedang berkembang serta peluang pasar di sektor perbankan dan properti turut memengaruhi arah ekspansi bisnis Mayapada Group.

Etika dan Tanggung Jawab Sosial

Dalam menjalankan usahanya, Dato’ Sri Tahir dikenal memiliki komitmen tinggi terhadap etika bisnis dan tanggung jawab sosial. Ia aktif dalam kegiatan filantropi melalui Tahir Foundation, dengan fokus pada pendidikan, kesehatan, dan bantuan kemanusiaan. Prinsip kejujuran, transparansi, dan kepedulian terhadap masyarakat menjadi nilai yang melekat dalam praktik bisnisnya. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan reputasi perusahaan, tetapi juga memperkuat kepercayaan publik dan pemangku kepentingan.

Mindset

Mindset yang dimiliki Tahir mencerminkan growth mindset dan opportunity-oriented. Ia mampu melihat kegagalan sebagai proses pembelajaran dan terus beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis. Diversifikasi usaha yang dilakukan menunjukkan kemampuan membaca peluang serta kesiapan menghadapi risiko secara terukur. Ketahanan mental (resilience) yang tinggi menjadi salah satu faktor kunci keberhasilannya dalam membangun bisnis berskala besar.

Studi Kasus Kegagalan: Usaha Kuliner Online DOMAMI (Makassar)

DOMAMI merupakan usaha kuliner rumahan berbasis online yang dijalankan oleh seorang ibu rumah tangga di Makassar. Pada awalnya, usaha ini menunjukkan potensi yang baik dengan dukungan keluarga serta respons positif dari konsumen lokal. Namun, seiring berjalannya waktu, DOMAMI mengalami kesulitan untuk bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat dan keterbatasan sumber daya.

Motivasi Wirausaha

Motivasi internal pemilik DOMAMI berasal dari passion di bidang kuliner serta keinginan untuk mandiri secara finansial. Sementara itu, motivasi eksternal muncul dari dorongan keluarga dan kebutuhan ekonomi rumah tangga. Meskipun motivasi awal tergolong kuat, tekanan peran ganda sebagai ibu rumah tangga dan pelaku usaha menjadi tantangan tersendiri yang memengaruhi konsistensi pengelolaan bisnis.

Etika dan Tanggung Jawab Sosial

Dalam praktik usahanya, pemilik DOMAMI tetap berupaya menjaga kualitas produk dan pelayanan kepada pelanggan. Tidak ditemukan indikasi pelanggaran etika bisnis, seperti manipulasi promosi atau penurunan kualitas bahan secara sengaja. Namun, keterbatasan kapasitas produksi dan pemasaran membuat usaha ini sulit bersaing dengan pelaku usaha lain yang memiliki sumber daya lebih besar.

Mindset

Pemilik DOMAMI mulai menunjukkan growth mindset dengan mencoba mempelajari strategi pemasaran digital dan manajemen usaha sederhana. Akan tetapi, tingkat resilience yang masih terbatas serta minimnya dukungan eksternal, seperti mentoring dan akses permodalan, menyebabkan proses adaptasi berjalan lambat. Hal ini berdampak pada ketidakmampuan usaha untuk bertahan dalam jangka panjang.

Analisis Perbandingan

Perbandingan antara kedua studi kasus menunjukkan bahwa motivasi internal yang kuat dan konsisten merupakan fondasi penting dalam kewirausahaan. Dato’ Sri Tahir mampu mengelola tekanan eksternal dan menjadikannya sebagai peluang, sementara DOMAMI menghadapi keterbatasan struktural dan psikologis yang menghambat pertumbuhan usaha.

Dari sisi etika, kedua kasus sama-sama menunjukkan komitmen terhadap integritas dan kualitas. Namun, pada kasus keberhasilan, etika bisnis dikombinasikan dengan strategi yang matang dan jaringan yang luas, sehingga menghasilkan dampak yang lebih signifikan. Mindset menjadi pembeda utama, di mana growth mindset yang disertai resilience tinggi memungkinkan Tahir bertahan dan berkembang, sedangkan keterbatasan mental resilience menjadi faktor kegagalan pada kasus DOMAMI.

Kesimpulan dan Rekomendasi

Analisis kedua studi kasus menunjukkan bahwa keberhasilan dan kegagalan wirausaha tidak hanya ditentukan oleh ide bisnis atau peluang pasar, tetapi juga oleh motivasi, etika, dan mindset yang dimiliki pelaku usaha. Motivasi internal yang kuat perlu didukung oleh kemampuan mengelola tekanan eksternal serta komitmen terhadap etika bisnis. Mindset yang positif, adaptif, dan berorientasi pada pembelajaran menjadi kunci untuk menghadapi dinamika dunia usaha.

Rekomendasi bagi calon wirausaha antara lain adalah membangun growth mindset sejak awal, memperkuat mental resilience, serta aktif mencari dukungan eksternal melalui mentoring dan komunitas bisnis. Selain itu, etika dan tanggung jawab sosial sebaiknya dijadikan prinsip utama dalam menjalankan usaha, karena keberhasilan jangka panjang sangat bergantung pada kepercayaan dan keberlanjutan.

Sumber

Ciputra. (2007). Kewirausahaan. Ciputra Foundation.

Kompas.com. Kisah Inspiratif Wirausaha Indonesia: Dato’ Sri Tahir, dari Penjual Becak ke Konglomerat.

Jurnal Kewirausahaan dan Manajemen Terapan (JKMT). Pengaruh Jiwa Kewirausahaan terhadap Motivasi dan Minat Berwirausaha.

Jurnal EQUI – Universitas Riau Kepulauan. Peningkatan Jiwa Entrepreneur Melalui Penerapan Prinsip Etika Bisnis Islam.

Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 69 Tahun 2013 tentang Kurikulum SMK.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Revolusi Industri 1.0 - 4.0 : Dampaknya pada Pola dan Peluang Kewirausahaan

Perjalanan Mahasiswa Teknik Mesin: Dari Kampus hingga Dunia Event

Tugas Mandiri 02