Tugas Terstruktur 05
Desta Adhitya
AE15
41324010012
Mesin: Jantung dari inovasi.
BUSINESS PLAN KOMPREHENSIF
Eco-Laundry – Jasa Laundry Ramah Lingkungan
BAB 1. PENDAHULUAN
1.1 Ringkasan Eksekutif
Eco-Laundry merupakan usaha jasa laundry ramah lingkungan yang berfokus pada penggunaan deterjen organik, penghematan air dan energi, serta kemasan daur ulang. Usaha ini ditujukan bagi mahasiswa dan karyawan muda usia 18–35 tahun yang tinggal di area kos-kosan dan perkantoran, khususnya di kawasan perkotaan. Meningkatnya kesadaran akan gaya hidup berkelanjutan (sustainable lifestyle) menjadi peluang utama bagi Eco-Laundry untuk menghadirkan solusi laundry yang tidak hanya bersih, tetapi juga bertanggung jawab terhadap lingkungan.
Model bisnis Eco-Laundry menggabungkan layanan laundry kiloan dengan sistem operasional efisien, standar kualitas tinggi, dan harga kompetitif. Dengan estimasi pelanggan rata-rata 25–40 kg cucian per hari pada tahun pertama, Eco-Laundry diproyeksikan mampu mencapai titik impas (Break Even Point) dalam tahun pertama operasional. Business plan ini menunjukkan bahwa Eco-Laundry layak secara pasar, operasional, dan finansial.
1.2 Latar Belakang & Deskripsi Perusahaan
Meningkatnya aktivitas mahasiswa dan pekerja muda di perkotaan menyebabkan kebutuhan akan jasa laundry semakin tinggi. Namun, usaha laundry konvensional sering dikritik karena penggunaan bahan kimia dan konsumsi air yang berlebihan. Eco-Laundry hadir sebagai solusi dengan konsep ramah lingkungan.
Visi: Menjadi jasa laundry ramah lingkungan terpercaya di kawasan perkotaan.
Misi:
Menyediakan layanan laundry berkualitas tinggi dengan dampak lingkungan minimal.
Menggunakan bahan dan proses yang aman bagi kesehatan dan lingkungan.
Meningkatkan kesadaran pelanggan akan pentingnya gaya hidup berkelanjutan.
Tujuan SMART:
Mendapatkan minimal 300 pelanggan aktif dalam 12 bulan pertama.
Mencapai BEP maksimal pada akhir tahun pertama.
Mengurangi penggunaan air hingga 30% dibanding laundry konvensional.
BAB 2. ANALISIS PASAR DAN STRATEGI PEMASARAN
2.1 Analisis Pasar & Target Pasar
Industri laundry di Indonesia berkembang seiring urbanisasi dan gaya hidup praktis. Tren green consumerism mendorong permintaan jasa ramah lingkungan.
Target Pasar:
Demografi: Usia 18–35 tahun, mahasiswa dan karyawan muda.
Psikografi: Peduli lingkungan, praktis, dan menghargai kualitas.
Perilaku: Menggunakan jasa laundry 1–2 kali per minggu.
2.2 Analisis Pesaing
Pesaing 1: Laundry Kiloan Konvensional
Kelebihan: Harga murah
Kelemahan: Tidak ramah lingkungan
Pesaing 2: Laundry Premium
Kelebihan: Kualitas tinggi
Kelemahan: Harga mahal
USP Eco-Laundry: Ramah lingkungan, harga menengah, dan edukasi green lifestyle.
2.3 Strategi Marketing Mix (7P)
Produk: Laundry kiloan ramah lingkungan.
Harga: Rp8.000/kg (kompetitif).
Tempat: Area kos dan perkantoran.
Promosi: Instagram, diskon opening, kolaborasi komunitas kampus.
People: 2 staf operasional terlatih.
Process: Terima cucian → sortir → cuci organik → kering → kemas.
Physical Evidence: Toko bersih, kemasan daur ulang, logo hijau.
BAB 3. RENCANA OPERASIONAL
3.1 Proses Bisnis Inti
Pelanggan menyerahkan cucian → pencatatan berat → pencucian → pengeringan → penyetrikaan (opsional) → pengemasan → pengambilan.
3.2 Kebutuhan Sumber Daya
Fasilitas: Ruko kecil ±40 m².
Peralatan: Mesin cuci hemat air, pengering, setrika uap.
Bahan Baku: Deterjen organik dari supplier lokal.
Teknologi: Aplikasi kasir dan pembukuan sederhana.
BAB 4. RENCANA KEUANGAN
4.1 Estimasi Biaya Awal
| Komponen | Biaya (Rp) |
|---|---|
| Sewa tempat (1 tahun) | 20.000.000 |
| Mesin & peralatan | 35.000.000 |
| Renovasi | 5.000.000 |
| Modal kerja awal | 10.000.000 |
| Total | 70.000.000 |
4.2 Asumsi Keuangan
Rata-rata 30 kg/hari
Harga Rp8.000/kg
Operasional 30 hari/bulan
4.3 Proyeksi Keuangan Tahun Pertama (Per Kuartal – Ringkas)
Pendapatan rata-rata kuartal: Rp21.600.000
Biaya operasional kuartal: Rp14.000.000
Laba bersih kuartal: ±Rp7.600.000
BEP: ±22 kg/hari
4.4 Kebutuhan Pendanaan
Total kebutuhan dana Rp70.000.000 dari modal sendiri dan/atau investor.
BAB 5. PENUTUP
5.1 Faktor Risiko Utama
Persaingan harga → diferensiasi layanan.
Kenaikan biaya operasional → efisiensi energi.
Perubahan tren → inovasi layanan.
5.2 Rencana Implementasi & Timeline
Bulan -3 s/d -1: Persiapan lokasi & peralatan
Bulan 1–3: Promosi dan operasional awal
Kesimpulan:
Eco-Laundry layak dijalankan karena memiliki peluang pasar yang jelas, konsep operasional realistis, dan proyeksi keuangan yang menguntungkan dengan pendekatan bisnis berkelanjutan.
Komentar
Posting Komentar