Tugas Terstruktur 14
Desta Adhitya
AE15
41324010012
Mesin: Jantung dari inovasi.
SCALE-UP BLUEPRINTS UNTUK USAHA BERJALAN
Studi Kasus: Kopi Kenangan
BAGIAN I: ANALISIS KESIAPAN (AUDIT PERTUMBUHAN)
1. Profil Bisnis
Nama Usaha: Kopi Kenangan
Bidang Usaha: Food & Beverage – New Retail Coffee Chain
Produk Utama: Minuman kopi susu berbasis espresso, minuman non-kopi, dan produk FMCG (kopi botol)
Target Pasar: Urban millennials dan Gen-Z (usia 18–40 tahun), pekerja kantoran, dan mahasiswa
Posisi dalam Siklus Hidup Bisnis (Churchill & Lewis):
Kopi Kenangan berada pada fase Success – Growth, ditandai dengan model bisnis yang sudah stabil, arus kas yang relatif sehat, dan fokus pada ekspansi agresif baik secara geografis maupun produk.
2. Bukti Product–Market Fit
Indikator Product–Market Fit Kopi Kenangan antara lain:
Jumlah gerai mencapai >800 outlet di Indonesia dalam waktu kurang dari 6 tahun.
Tingginya tingkat pembelian ulang (repeat order) melalui aplikasi Kopi Kenangan.
Brand awareness kuat di segmen kopi susu lokal.
Kesimpulan: Permintaan pasar sudah tervalidasi dan pertumbuhan tidak lagi bergantung pada eksperimen produk, melainkan pada kemampuan operasional untuk melayani skala besar.
3. Bottleneck Analysis (Hambatan Pertumbuhan)
Beberapa hambatan utama dalam proses scale-up:
Konsistensi Operasional Gerai – kualitas produk dan layanan sangat bergantung pada SDM gerai.
Ketergantungan pada Lokasi Fisik – ekspansi membutuhkan CAPEX tinggi.
Kompleksitas Supply Chain – meningkat seiring diversifikasi produk (FMCG & internasional).
Hambatan kritis jika pesanan meningkat 100x: kapasitas supply chain dan kontrol kualitas gerai.
BAGIAN II: STRATEGI SCALE-UP OPERASIONAL
1. Standardisasi & Otomatisasi
Proses yang Distandardisasi (SOP):
SOP pembuatan minuman (takaran, waktu ekstraksi).
SOP layanan pelanggan & handling komplain.
SOP pembukaan gerai baru.
Teknologi Pendukung:
POS & ERP Terintegrasi: untuk monitoring stok, penjualan, dan margin per gerai.
CRM Aplikasi: analisis perilaku pelanggan & personalisasi promo.
Supply Chain Management System: prediksi permintaan bahan baku.
2. Rencana SDM (Key Hires)
Tiga posisi kunci untuk mendukung scale-up:
Head of Operations – memastikan konsistensi dan efisiensi multi-gerai.
Supply Chain Manager – optimalisasi vendor, logistik, dan inventory.
Data & CRM Specialist – mengelola data pelanggan untuk meningkatkan LTV.
BAGIAN III: STRATEGI PASAR & PENDANAAN
1. Strategi Ekspansi
Pilihan Strategi: Kombinasi Ekspansi Geografis & Diversifikasi Produk.
Ekspansi internasional selektif (Asia Tenggara).
Penguatan produk FMCG (RTD coffee) untuk mengurangi ketergantungan pada gerai fisik.
2. Rencana Pendanaan
Kebutuhan Modal Scale-Up (Estimasi):
Pengembangan sistem & IT: 20%
Pembukaan gerai & logistik: 50%
Marketing & branding: 20%
Buffer operasional: 10%
Sumber Pendanaan:
Venture Capital (growth stage)
Laba ditahan dari operasional gerai mature
BAGIAN IV: METRIK PERTUMBUHAN (GROWTH DASHBOARD)
1. North Star Metric
Monthly Active Customers (MAC) melalui aplikasi Kopi Kenangan.
Target 12 Bulan: +40% YoY.
2. Unit Economics (Proyeksi)
Customer Acquisition Cost (CAC): Rp25.000/pelanggan
Lifetime Value (LTV): Rp300.000/pelanggan
Rasio LTV:CAC: 12:1 (sangat sehat untuk scale-up)
3. Burn Rate & Runway
Burn Rate Bulanan: ±Rp15–20 miliar (ekspansi agresif)
Runway: 18–24 bulan pasca pendanaan baru
PENUTUP
Blueprint scale-up Kopi Kenangan menunjukkan kesiapan tinggi untuk pertumbuhan berkelanjutan. Fokus pada standardisasi, pemanfaatan data pelanggan, dan diversifikasi kanal pendapatan menjadi kunci untuk menjaga scalability tanpa mengorbankan kualitas. Risiko utama berada pada kompleksitas operasional, namun dapat dikelola melalui teknologi dan struktur organisasi yang matang.
Kesimpulan Akhir: Kopi Kenangan layak melakukan scale-up lanjutan dengan strategi yang disiplin, berbasis data, dan berorientasi pada efisiensi skala.
Komentar
Posting Komentar